Thursday, March 8, 2012

Pengalaman Sewaktu Hamil Pertama

Beruntung setelah menikah, tak perlu menunggu lama saya langsung bisa hamil. Tidak perlu bersusah payah mencari informasi tentang cara cepat hamil. Padahal waktu itu saya mempunyai 20 ekor kucing loh
Hehehe…. sayang banget sama kucing, rasanya tak terpisahkan. Saya suka gendong kucing, tidur pun kadang dengan kucing.

Ya betul, orang bilang kalau memelihara kucing pasti susah untuk hamil. Karena kemungkinan terkena virus Thoxoplasmosis, tetapi alhamdulilah, tak disangka saya bisa hamil cepat. Begitu tahu kalau hamil, saya langsung di sarankan dokter untuk tes thoxo, apakah terkena virus thoxo atau tidak. Alhamdulilah hasilnya nihil dan sehat-sehat saja. Alangkah bahagianya saya pada waktu itu.

Jika mengingat kala masa kehamilan pertamaku dulu benar-benar membuatku begitu ajaib. Proses yang begitu alamiah. Mulai dari perut membuncit, membesar, dan mulai ada pergerakan di dalam perut. Kehamilan pertama usiaku sudah 27 tahun. Emm, jika dilihat dari usia, boleh dibilang agak terlambat ya….hehehe…. Terus terang, waktu itu perasaan saya campur aduk, sampai sakit panas selama 3 hari. Ada perasaan cemas, stress yang berlebihan dan tentu saja ada perasaan bahagia juga. Cemas karena membayangkan sakitnya proses kelahiran nantinya, sedih karena tidak boleh terlalu dekat dengan kucing, stress karena tiba-tiba saja mengalami metamorpose perubahan bentuk tubuh dari yang sebelumnya langsing, begitu hamil makin lama tubuh semakin bengkak, seksi perutnya hehehe.... Senangnya karena membanyangkan begitu lucunya ketika si jabang bayi sudah lahir... Begitulah perasaan saya ketika tau sedang hamil muda.

Banyak yang bilang masa kehamilan adalah masa yang merepotkan. Namun lain yang saya rasakan waktu itu. Apalagi urusan makanan. Ketika itu nafsu makan saya justru makin meningkat. Istilah jawanya ‘NgeBo’ Pengennya nyemil dan terus makan. Apalagi kalau suami sudah membeli buah-buahan, tak butuh waktu lama langsung melahap habis buah tersebut. Buah apa aja itu, antara lain apel, mangga, sirsak, pakel, anggur, dan jeruk. Selain itu doyan banget makan aneka sup buntut. Tapi sayang sekali, karena suami tidak suka makan daging, maka sering hunting sup buntut-nya gak pernah dapat yang enak. Lagi-lagi rasanya kurang pas, cemplang, dan kurang mengigit deh. Jauh banget dari bayanganku kala itu menginginkan sup buntut yang gurih dan segar.

Pernah juga ngidam. Tapi tidak terlalu. Saya rasa wajar-wajar saja kalau wanita hamil pernah ngidam. Waktu itu saya sering sekali ngidam sama makanan “berkat” itu loh makanan suguhan ketika ada hajatan selamatan bayi yang baru lahir atau hajatan 7 bulanan. Sukkaaaaaa banget, aromanya begitu harum. Selain itu, yang membuat saya geli, sewaktu hamil 6 bulan, saya suka mogok ke kantor. Lebih sering nongkrong di warnet (baca: warung internet) karena waktu itu belum pasang internet di rumah. Sampai terkena syndrom nge-blog. Hampir tiap hari ke warnet mulai pagi jam 08:00 sampai sore jam 17:00. Beruntung punya suami yang sabar, rela mengantarkan makan siang. Terkadang saya bawa bekal nasi tepak dan sebotol air putih. Jadi bener-bener aktifitas penuh buat nge-net. Bahkan malam hari pun suka gelisah, bawaannya pengen ke warnet lagi. Ya sudah, daripada gak bisa tidur, akhirnya meluncur juga ke warnet malam-malam. Hadeeehhh, ternyata bikin orang keki saja.

Ketika usia kandunganku 7 bulan, badanku mulai terasa berat. Berat badanku naik sampai 16 kg. Terkadang nafas mulai ngos-ngosan. Kaki sudah mulai bengkak dan timbul ukiran farises. Bayi dalam rahim pun sudah mulai menedang-nendang membuat sesak di dada, tertanda perut minta di elus-elus oleh suami, baru lah berhenti menedang. Sempat merasa kesakitan yang berkepanjangan di bagian perut bawah. Terkadang perut mengeras dan si jabang bayi bergerak memutar kencang sekali. Kata dokter, disuruh berhenti berjalan maupun senam kehamilan, sampai batas waktu yang di tentukan oleh dokter, untuk menghidari kelahiran premature.

Sampailah pada akhirnya usia kandungan 9 bulan lebih 4 hari. Tengah malam, ketuban saya pecah. Pertama sih saya gak tau kalau itu ketuban. Langsung deh ke rumah sakit. Proses persalinannya benar-benar susah. Sudah berulang kali diberi perangsang namun tetap saja masih bukaan dua dan mentok sampai bukaan empat saja. 19 jam menunggu tetap saja tidak ada perubahan. Akhirnya saya memutuskan untuk oprasi cesar dan ternyata bayinya nyungsang. Lahirlah bayi perempuan dengan berat badan 3,4 kg dan panjang 49cm


Begitulah pengalaman hamil pertamaku dulu. Sekarang Vica sudah umur 4,5 tahun. Sampai sekarang saya masih punya seorang anak perempuan yang cantik dan centil (menurutku sih...hehehe...).Sempat keguguran sih setahun yang lalu, karena saya gak tau kalau sedang hamil. Sepertinya sekarang harus cari solusi cara cepat hamil nih.....supaya Vica cepat punya adek.....hehehe...

 

Vica umur 4 tahun


 Ini Foto Vica paling baru. (umur 4,5 tahun)

****
Salah satu pemenang tulisan terbaik 'cara cepat hamil' disini 

Post a Comment