Monday, October 21, 2013

Kebebasan Anak Berekspresi Mengantarkan Pemimpin Masa Depan

Teringat semasa kecil saya tumbuh di keluarga sibuk. Kedua orangtua saya kerja di kantoran. Setiap hari, mulai dari pagi sampai sore hari. Bahkan diwaktu libur pun jarang bertamasya bersama keluarga, hingga akhirnya komunikasi antara saya dengan kedua orangtua saya sangat lah terbatas.

Jika tak ada keperluan, maka tak pernah ada waktu untuk mengobrol. Saya merasa kurang dekat dengan orangtua. Terutama dengan Mama. Apapun yang menjadi keinginan saya selalu terpendam. Saya merasa iri melihat teman-teman saya begitu dekat dengan orangtua-nya. Mereka bagaikan teman tanpa batas, juga tanpa jarak.


Happy Family

Ternyata pengalaman semasa kecil saya berpengaruh dalam kehidupan saya, baik dari segi positif dan negatif-nya. Positifnya, ketika itu saya menjadi anak yang jauh lebih mandiri dan sabar dalam mengendalikan diri. Namun, sabaliknya hal tersebut membuat pribadi saya menjadi lebih tertutup, pemalu, dan introvert. Ya, Minder! Ketika masih kecil saya selalu merasa kurang percaya diri.

Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Hal ini saya rasakan ketika sekarang ini telah menjadi seorang ibu dari anakku (Vica, 6 tahun). Tak mudah untuk membimbing, mendidik, dan memberikan kasih sayang secara utuh meskipun sesibuk apapun saya sebagai orangtua, haruslah bisa membagi waktu bersama anak.

Berkaca dari masa kanak-kanak saya, tak ingin Vica mengalami hal yang serupa. Kurangnya kebersamaan dan komunikasi menyebabkan si anak menjauh dan merasa sungkan terhadap orangtua. Setidaknya saya selalu menyempatkan diri untuk bertanya pada Vica tentang kegiatan apa saja sewaktu berada di sekolah, siapa saja temannya yang tidak masuk dan bermain dengan siapa saja di sekolah. Diharapkan ini akan mengarah pada kedekatan psikologis dan salah satu bentuk interaksi orangtua pada anak, mengajarkan anak lebih terbuka lagi agar disaat remaja nanti secara otomatis selalu bercerita tentang aktivitasnya bersama teman-temannya tanpa harus ditanya.

Anak adalah investasi jangka panjang di masa depan. Nasib anak, juga nasib kita (orangtua) juga. Kita sebagai orangtua pasti ikut merasa bangga ketika melihat tumbuh kembang si buah hati mendapatkan yang terbaik hingga saat dewasa nantinya bisa menjadi pemimpin bangsa. Meskipun tidak harus menjadi pejabat, tapi harapan kedepannya Vica bisa menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri, disiplin, menjadi contoh yang baik untuk teman-temannya dan pastinya kelak akan berguna untuk orang lain.

Sebagai Bunda, saya selalu mendukung segala aktivitas dan hobbie Vica. Anak bebas berekspresi menentukan pilihannya selama itu mengarah pada kebaikan. Bebas ini artinya bebas terarah menentukan bakatnya sesuai dengan kepribadian dan tingkatan usianya. Sosialisasi terhadap lingkungan (baik di sekolah maupun di rumah) merupakan hal yang teramat penting. Terkadang, waktu sore hari, saya sering mengajak Vica bersepeda atau berkunjung ke rumah teman-temannya. Bermain bersama teman-temannya, saling berbagi, dan saling menolong merupakan keperduliannya terhadap sesamanya.

Naluri kedekatan sang Bunda sangat dibutuhkan si buah hati dalam meraih prestasinya. Tak lupa juga untuk selalu memberikan nutrisi makanan bergizi yang cukup sebagai penunjang utama pencapaian prestasi yang sempurna. Sebisa mungkin saya selalu menyiapkan hidangan menu makanan rumahan yang tentunya lebih higienis daripada beli diluar. Vica suka sekali menu masakan ikan laut dan sayuran. Tak ketinggalan pula setiap hari selalu mengkonsumsi buah-buahan dan susu sebagai pelengkap. Luangkan waktu bersama anak sangatlah menyenangkan. Berikan ciuman dan pelukan yang tulus merupakan sesuatu yang sangat berharga. Dengan begitu anak merasa dihargai dan diperhatikan. Tak perlu ragu lagi untuk memberikan pujian atau sesekali memberikan hadiah ketika si anak telah mencapai prestasi adalah cara yang tepat untuk memberikan dia motivasi.

Memberikan hadiah juga harus sesuai dengan kebutuhan anak, bukan berdasarkan keinginan si anak yang cenderung belum pada waktunya. Seperti sewaktu Vica ulang tahun yang ke 6 kemarin, Vica meminta hadiah gedget smartphone atau notebook. Saya rasa di jaman teknologi sekarang ini memang sudah waktunya saya memperkenalkan kemajuan teknologi ini pada Vica, tentunya dengan batasan-batasan tertentu dan kita sebagai orangtua wajib selalu memantaunya. Asal gedget tersebut digunakan dengan benar justru akan menambah kreatifitas si anak. Terbukti sekarang Vica sudah bisa menggambar di picsArt notebook, Vica sudah mulai kreatif bercerita di blog-nya sendiri, juga bisa mendownloud game sendiri. Mengawasi anak tanpa merasa diawasi itu jauh lebih merasa nyaman.

Vica sedang menggambar di picsArt. Jika ingin melihat koleksi picsArt Vica yang lainnya ada disini

Hal-hal yang perlu diingat tentang bahaya anak menggunakan internet tetap harus di waspadai. Termasuk dengan permainan game yang kurang masuk akal di dunia nyata juga akan berdampak buruk pada si anak. Contohnya pada game online manusia super hero, perang-perangan atau balapan motor yang seperti itu justru akan membahayakan jika itu diterapkan di dunia nyata. Baiknya kita (orangtua) memberikan pengertian kalau itu hanya ada di dunia game, yang kalau game over bisa dengan mudah di replay atau restart saja. Saya harus lebih selektif dan cermat memilihkan game online yang edukatif, yang bisa mendorong kemampuan otak si anak untuk lebih kreatif berfikir, melatih spontanitas kecerdasan motorik otak, logika, dan reflek saraf pemikiran, juga daya nalar serta kemampuan mengontrol diri dalam situasi apapun.

Tidak semua game online itu berpengaruh buruk pada anak-anak. Seperti game online puzzlings Apps spelling, game ini justru bisa membantu Vica dalam menghafalkan vocab/kosakata bahasa Inggris. Tidak hanya pembelajaran bahasa Inggris saja, ada juga beberapa bahasa lainnya, antara lain Jerman, Spanish, Dutch, Hungarian, dll. Walaupun masih TK, saya tidak pernah memaksakan Vica untuk mempelajari berbagai bahasa loh ya, tapi keinginan itu murni mengalir dari rasa penasarannya hingga mempelajari berbagai bahasa itu menjadi kesukaannya. Sering kali Vica bertanya tentang bahasa diberbagai negara. Dia merasa aneh kok ada berbagai perbedaan bahasa di setiap negara. Dulu, saat usia 4 tahun (baru aja masuk Playgroup) Vica sudah merengek minta diajari membaca dan menulis. Ini dikarenakan Vica sering bergaul dengan teman yang diatasnya (beda 2 tahun). Waktu itu Vica dipameri temannya yang sudah bisa baca tulis. Rupanya Vica tak mau kalah dengan mereka. Alhasil, kemampuan baca tulisnya lebih cepat lancar dibandingkan teman sebayanya. Mengetahui gejala kemampuan Vica diatas rata-rata teman sebayanya, maka saya harus sigap mengarahkan kecerdasannya agar lebih tersalurkan dan terarah dengan benar.
Game online puzzlings Apps spelling with John. Permainan edukasi, yaitu dengan menyusun abjad yang dimaksud pada gambar.

Pentingnya pendidikan di usia dini.

Perlunya pendidikan di usia dini sangatlah penting bagi anak-anak. Pada usia dini orangtua harus membekali didikan moral, agama, tingkah laku, pembentukkan karakter, dan pengembangan bakat pada si buah hati. Saya sering mendengar celetukan para ibu-ibu yang selalu meremehkkan pendidikan anak pada usia dini. "Aaahh...biarkan saja anak saya pasif, masih TK aja lah, nanti aja kalau sudah besar bisa berubah sendiri". Saya kurang setuju ketika teman-teman saya berpendapat demikian. Kalau menurut saya justru mumpung masih belia harusnya lebih mengarahkan pendidikan dan lingkungan yang baik. Alasanya sih  simpel aja. Seperti bibit tanaman yang bagus akan menghasilkan buah yang manis. Itu alasan saya selalu memperdulikan pendidikan dan pengembangan bakat anak sejak usia dini. Biarlah anak-anak berkreasi, mencari jati dirinya, menggali bakat-bakatnya kalau perlu dukung jika memang mempunyai bakat lebih. Sekarang ini bukan hanya pelajaran sekolah saja yang penting, tapi penggalian bakat sejak dini juga penting untuk mengasah kreatifitas anak. Nah, kalau sedari kecil sudah dipupuk bakatnya, selanjutnya ketika sudah beranjak besar tinggal lebih dipoles atau diasah saja bakatnya.
untuk mengasah kreatifitas anak. Nah, kalau sedari kecil sudah dipupuk bakatnya, selanjutnya ketika sudah beranjak besar tinggal lebih di poles atau diasah lagi bakatnya.
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=60975&preview=true#sthash.8pOv6ijp.dpuf
juga penting untuk mengasah kreatifitas anak. Nah, kalau sedari kecil sudah dipupuk bakatnya, selanjutnya ketika sudah beranjak besar tinggal lebih di poles atau diasah lagi bakatnya. - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=60975&preview=true#sthash.8pOv6ijp.dpuf

juga penting untuk mengasah kreatifitas anak. Nah, kalau sedari kecil sudah dipupuk bakatnya, selanjutnya ketika sudah beranjak besar tinggal lebih di poles atau diasah lagi bakatnya. - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=60975&preview=true#sthash.8pOv6ijp.dpuf
untuk mengasah kreatifitas anak.. Nah, kalau sedari kecil sudah dipupuk bakatnya, selanjutnya ketika sudah beranjak besar tinggal lebih di poles atau diasah lagi bakatnya.

Anak-anak cenderung meniru dan peran Ibu sangat diperlukan.
"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Pepatah itu seolah berusaha ingin saya rubah. Maunya sih nurun yang baik-baiknya saja. Sadar kalau saya dan suami mempunyai sifat yang pemalu, saya berusaha keras agar pepatah itu tak sama persis menurun ke Vica. Tak ayal, saya mencoba mengarahkan Vica untuk mengikuti berbagai perlombaan, baik yang diadakan di sekolah maupun di luar sekolah. Beruntung sejak playgroup Vica selalu terpilih diikutsertakan dalam berbagai perlombaan di sekolah. Seperti lomba bercerita, membaca doa, drumband, mewarnai, dan paduan suara. Namun jika diluar sekolah, saya tetap harus aktif merekomendasikan Vica untuk mencoba mengikuti perlombaan lainnya, misalkan lomba fashion show. Ini supaya melatih Vica berani tampil dimuka umum, mandiri dan penuh percaya diri. Syukurlah, ternyata Vica suka dan berbakat. Beberapa piala telah diraihnya. Hingga kini selalu menanyakan kapan bisa ikutan lomba lagi. 

Vica sering mendapatkan juara 1 dan 3 untuk lomba fashion show, paduan suara, drumband tingkat TK, di sekolah maupun di Mall.

Janganlah pasrah begitu saja jika anak-anak tidak bisa. Belum tentu itu sesuatu hal yang sulit baginya, jangan menyerah untuk selalu mengajarinya. Suatu contoh saya merasa sedih ketika mengetahui bahwa beberapa waktu lalu Vica dengan tegas menyatakan tidak suka mewarnai dengan alasan tangannya capek kalau mewarna. Saya juga kecewa ketika mendengar Vica tidak bisa menyanyi. Daya ingatan Vica cukup tajam, tapi tidak untuk menghafal lirik lagu. Bahkan menyanyi "balonku ada lima" saja tidak hafal sampai tuntas. Suaranya pun fals tak enak didengar. Dalam hati, saya berfikir bagaimana caranya agar itu bisa berubah menjadi sesuatu yang dia suka. Saya pun tak kekurangan akal. Disatu sisi hampir setiap harinya saya selalu mendesain sketsa fashion. Saya menggambar dihadapan Vica, lalu dia pun mengikutiku. Kita berdua asyik menghabiskan waktu bersama menggambar dan mewarnai. Perlahan Vica mulai suka. Bahkan imajinasi menggambar dan mewarnanya hasilnya lebih bagus daripada saya. Dan akhir-akhir ini Vica sering ikutan mendesain gambar baju. Ya, katanya desain baju 'Miss World', kelak suatu saat keinginannya bisa terpilih menjadi Miss World dan akan memakai baju rancangannya sendiri (Efek setelah melihat Miss World). Begitu juga dengan menyanyi. Saya mengajari Vica bagaimana cara cepat menghafalkan lirik lagu dan memberikan contoh menyanyi dengan intonasi pengolahan nada yang bagus agar nyanyinya tidak fals lagi. Alhamdulilah, kini Vica sudah bisa bernyanyi, suaranya pun menjadi lumayan merdu. Dimana sesuatu hal yang dulu dia benci sekarang menjadi disukainya.

Akhirnya Vica menjadi senang mewarnai. Jika ingin melihat koleksi menggambar dan mewarnai Vica ada disini

Memang, peranan orangtua sangatlah diperlukan dalam membimbing si buah hati. Terutama peran seorang ibu. Tiada anak-anak yang tidak hebat. Semua anak-anak akan hebat jika mendapatkan naluri bimbingan kasih sayang yang tepat. Perkenalkan anak pada sesuatu hal yang baru dan jangan risau akan dampak pengaruhnya. Vica selalu menyukai hal-hal yang baru. Banyak kemauannya dan terkadang permintaannya belum pas waktunya. Waktu itu Vica pengen benget minta diajari cara membuat baju dengan mesin jahit. Vica pengen menjahit bajunya sendiri dari desain gambar yang telah dibuatnya. Sementara ini saya cuman bisa menyemangatinya agar keinginan itu tetap berkobar hingga saatnya tiba. Terpaksa saya tunda dulu keinginannya, tapi saya beri alasan kenapa bunda menunda atau melarangnya. Semuanya bisa dijelaskan secara halus dengan segala pengertian yang masuk akal. Sebagai gantinya saya mengajarinya bagaimana cara membuat miniatur baju barbie dengan bahan perca kain dan lem. Jadi agar aman, bajunya tidak dijahit, melainkan dengan menggunakan lem khusus.

Desain baju barbie kreasi Vica

Sembari meredam permintaan Vica yang selalu aneh-aneh, saya alihkan permintaannya pada kegiatan yang lain. Vica anaknya aktif sekali. Diam di rumah saja dia gak betah. Maunya setiap hari harus ada kegiatan bersama teman-temannya. Akhirnya, saya mencarikan kegiatan yang positif. Seperti memasukan Vica ke sanggar tari, les musik, mengaji dan les bahasa Inggris. Jadi setiap hari selalu ada kegiatan. Saya selalu memberi nasehat kalau capek gak usah masuk. Tapi dengan tegas Vica membantah, dan dengan wajah sumringah, dia semangat sekali mengikuti kegiatan tersebut. Terlebih lagi dia senang mempunyai banyak teman.

Vica belajar menari bersama teman-temannya.

Terus terang, saya tak bisa memprediksi apa cita-cita Vica dimasa mendatang, apakah menjadi desainer, entertainer, guru, dokter, pengusaha, mentri atau menjadi pemimpin bangsa sekalipun, yang jelas saya tak pernah melarang dia untuk terus berekspresi. Bagiku, anak adalah segalanya. Anak merupakan belahan jiwaku, harta yang paling berharga yang harus tetap dijaga. Sudah sepatutnya saya mendedikasikan kepentingan anak sebagai generasi penerus bangsa. Kelak, apa pun cita-citanya saya akan terus mendukungnya. Tetap optimis, selalu bersyukur dan terus berdoa agar Vica menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Menurut saya, saat ini Vica sudah berhasil menjadi pemimpin kecilku dalam keluarga kami. 
Post a Comment