Friday, April 24, 2009

Merintis Usaha Kecil

Mengawali membangun usaha yang besar tentunya berawal dengan usaha kecil-kecilan. Tidak cukup dengan modal saja, kita harus mengawali banyak belajar pada seorang pembisnis yang handal, yang telah banyak pengalaman dimana mereka telah mengalami jatuh bangun menjalani usahanya,
tanpa lelah........,
tanpa menyerah.........,
Mencoba..........,
dan terus berusaha bangkit untuk menjadi seorang yang sukses.

Robert Kiyosaki adalah salah satu tokoh dalam buku yang saya baca berjudul "Cashflow Quadrant" Seperti dalam bukunya banyak menceritakan berbagai pengalaman kegagalan dalam menjalankan usaha.

Ternayata memang benar, setelah saya terjun membuka usaha kecil-kecilan sendiri, tidak satupun seseorang memulai bisnisnya akan langsung berhasil sukses. Mereka pasti pernah mengalami kegagalan. Sayapun pernah mengalami kegagalan itu. Di awal usaha yang saya bangun pernah mengalami kegagalan. Beruntunglah saya tidak punya rasa menyerah. Malah bikin saya penasaran....

Sempat juga terfikirkan "Apakah saya tidak cocok dengan bidang ini?" "Apakah rezeqi saya bukan disini?"
"kenapa usaha saya gagal?”
bla...bla...bla.....
Sampai pada akhirnya kegagalan memberiku petunjuk untuk merubah sistem yang saya terapkan sebelumnya.

Membagun usaha sendiri tidak semudah membalikkan telapak tangan kita walaupun usaha tersebut masih tergolong kecil, ternyata untuk sukses di bidang usaha dibutuhkan 5 hal pekerjaan pokok. Biasanya jika kelima hal ini gagal dijalankan, maka usaha yang kita bangun pun akan berakibat fatal. Ke lima hal itu antara lain
1* Harus mengerti usaha yang kita jalani dan memiliki produk yang bagus.
2* Harus menguasai hukum,
3* Memiliki system penunjang,
4* Memiliki komunikasi atau marketing yang bagus,
5* Memiliki arus kas yang sehat.

Orang-orang yang sukses harus mempunyai kehidupan yang seimbang. Bukan hanya financial aja. Kita akan belajar, bahwa kelima hal diatas akan saling melengkapi satu sama lain.
Memiliki keluarga yang harmonis secara spiritual, mental sosial, financial, family merupakan satu paket yang tak dapat terpisahkan.

Contoh saja seorang teman yang telah lama membuka usaha sebagai produksi sepatu sandal. Prodaknya bagus, sistemnya ada, komunikasi dan marketingnya kuat sampai produknya lumayan terkenal di pasaran, tapi secara hukum dia lemah, sehingga produknya mudah dibajak atau ditiru orang lain. Akhirnya mengakibatkan arus kasnya jelek dan bisnisnya gagal hancur atau bangkrut.

Ada juga seseorang dengan bisnis biro trevel, secara produk bagus, hukum sudah kuat, sistem penunjang oke, komunikasi dan marketing juga menujang sekali karena cukup ramai, namun di sayangkan ternayata ada kebocoran di sistem akuntansi sehingga terjadi plus minus dan akhirnya usaha yang dirintisnya pun hancur.

Tidak semua orang bisa melakukan ke lima pekerjaan hal diatas tadi. Selalu ada kelemahan dan kelebihan dibidangnya. Seseorang yang ahli di bidang akuntansi belum tentu dia ahli dibidang pemasaran, begitupun sebaliknya. Semuanya adalah proses pembelajaran. Seseorang yang mempunyai usaha sendiri hampir pernah gagal. Oleh karenanya janganlah kaget jika awal usaha yang anda bangun ternyata mengalami kegagalan karena kesuksesan memang berasal dari kegagalan. Dengan kegagalan tersebut merupakan guru dari pangkal keberhasilan.

Semoga postingan ini akan berguna untuk anda yang sedang ingin membuka usaha sendiri. Yang terpenting semangat, jangan menyerah, dan jangan takut gagal. Awali misi dan tekad anda, bangunlah dari mimpi, wujudkanlah.……*catet tuh* hehehhehe….


Post a Comment